sewa ambulance

Latest News

5 Masalah Gigi Sering Dihadapi Penderita Diabetes

Orang dengan diabetes yang tidak terkontrol berisiko lebih besar mengalami masalah gigi. Itu karena, diabetes dapat mengurangi suplai darah ke gusi. Selain itu, gula darah tinggi dapat menyebabkan mulut kering dan memperburuk penyakit gusi.

Penderita diabetes tipe 1 atau diabetes tipe 2, penting untuk mengelola kadar gula darah dalam tubuh. Kadar gula darah yang tinggi akan membuat bakteri di mulut berkembang. Selain itu, glukosa yang berlebihan dapat merusak keseimbangan sel darah putih yang merupakan pertahanan utama tubuh terhadap infeksi bakteri di mulut.

Baca juga: 6 Masalah Gigi dan Mulut Karena Konsumsi Obat Tertentu

Masalah Gigi dengan Diabetes

Semakin tinggi kadar gula darah, semakin besar risiko masalah gigi. Ini penjelasannya.

1. Karies

Kerusakan gigi atau gigi berlubang. Secara alami, mulut mengandung banyak jenis bakteri. Ketika pati dan gula yang terkandung dalam makanan dan minuman yang dikonsumsi berinteraksi dengan bakteri di mulut, sebuah plak terbentuk di gigi.

Kemudian, asam dalam plak akan menyerang permukaan gigi, termasuk email dan dentin. Inilah yang menyebabkan gigi berlubang dan penyakit gusi. Semakin tinggi kadar gula darah, semakin banyak pasokan gula dan pati. Dan, semakin banyak asam terbentuk di gigi Anda.

2. Radang gusi

Peradangan itu terjadi pada gusi. Diabetes mengurangi kemampuan tubuh untuk melawan bakteri. Jika kita tidak menyikat gigi secara teratur, plak akan mengeras di bawah garis gusi dan kemudian menjadi zat yang disebut karang gigi, kerak gigi.

Jika plak dan karang gigi tidak dibersihkan dalam waktu lama, itu akan mengiritasi gusi di sekitar pangkal gigi. Akibatnya, gusi akan membengkak dan mudah berdarah. Inilah yang dikenal sebagai gingivitis. Gejalanya meliputi kemerahan, gusi bengkak, pendarahan dari celah gusi, terutama saat menyikat gigi.

Baca juga: Hati-hati, Sikat Gigi Terlalu Keras untuk Membuat Gum Up!

3. Periodontitis

Jika tidak diobati, gingivitis dapat menyebabkan infeksi yang lebih serius yang disebut periodontitis. Suatu kondisi di mana jaringan lunak dan tulang yang menopang gigi hancur, menyebabkan gusi dan tulang rahang menjauh dari gigi. Pada akhirnya, itu menyebabkan gigi kendur dan kendur.

Periodontitis cenderung lebih parah bagi orang yang menderita diabetes karena penyakit ini mengurangi kemampuan melawan infeksi dan memperlambat penyembuhan. Periodontitis dapat menyebabkan kadar gula darah Anda meningkat, yang pada gilirannya membuat diabetes sulit dikendalikan.

Selain itu, periodontitis dapat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan masalah kesehatan serius lainnya. Mencegah dan mengobati periodontitis dengan membersihkan gigi secara teratur dapat membantu meningkatkan kontrol gula darah.

4. Sariawan

Penderita diabetes lebih mungkin mengalami kandidiasis, infeksi ragi yang disebabkan oleh ragi Candida albicans. Gejalanya adalah bercak putih atau merah yang muncul di gusi, lidah, pipi, atau langit-langit. Untuk menghindari sariawan, kebersihan mulut harus dijaga dengan baik.

5. Xerostomia

Kebanyakan penderita diabetes mengalami kekurangan air liur, suatu kondisi yang dikenal sebagai mulut kering. Tanpa air liur untuk menjaga mulut tetap lembab, Anda berisiko mengalami kerusakan gigi, infeksi gusi, dan sariawan.

Gejala xerostomia termasuk lidah kering dan kasar, rasa kering di mulut yang terjadi sepanjang waktu dan bibir pecah-pecah. Selain itu, penderita akan mengalami sariawan dan mengalami masalah saat mengunyah atau menelan makanan. Jika tidak segera diobati, xerostomia dapat menyebabkan bau mulut.

Baca juga: Mencegah Nafas Buruk pada Penderita Diabetes

Referensi:

WebMD. Masalah Gigi dan Diabetes

MayoClinic. Diabetes dan perawatan gigi: Panduan untuk mulut yang sehat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top