sewa ambulance

Latest News

Berbahayakah jika perut bayi mengi dan kembung?

Bunda tidak sengaja mendengar suara perut si kecil dan tampak kembung saat menepuknya perlahan? Sebelum terlalu khawatir atau mencoba mengoleskan berbagai ramuan di perutnya, yuk ketahui dulu informasi berikut ini.

Perut si kecil buncit dan kembung, tidak perlu panik

Seperti orang dewasa, Anda bisa mendengar suara dari perut bayi Anda. Dan tidak jauh berbeda dengan orang dewasa, suara perut terjadi saat sistem mencerna makanan. Hal ini terjadi terutama saat si kecil lapar akibat kontraksi otot di dinding perut. Tak hanya itu, suara lambung juga berasal dari gerakan otot usus saat si kecil bersiap makan, setelah mendapat sinyal lapar dari otak. Bunyi ini disebut borborygmi.

Intensitas suaranya bisa berbeda. Beberapa suara adalah kombinasi dari kontraksi yang dibuat oleh otot pencernaan dengan makanan yang bergerak melalui sistem pencernaan. Semakin tinggi tekanan kontraksi yang mencoba mendorong makanan atau udara masuk, semakin tinggi suara perut. Jadi bisa disimpulkan disini, suara dari perut si kecil yang Bunda dengar, adalah kondisi pencernaan yang sehat dan tidak perlu dikhawatirkan.

Bagaimana dengan kembung? Tak jauh berbeda dengan perut buncit, perut kembung sebenarnya merupakan hal yang wajar dialami bayi dan bukan merupakan gejala penyakit yang serius. Perlu Bunda ketahui, gas / udara dapat dengan mudah masuk ke saluran pencernaan saat si kecil sedang menyusui atau minum susu dari botol sehingga membuatnya kembung. Itulah yang membuat rata-rata bayi buang angin minimal 15 hingga 25 kali setiap hari.

Selain itu, ada beberapa kondisi lain yang membuat Si Kecil mudah kembung, yaitu:

  • Keterikatan yang tidak tepat untuk menyusui

Pastikan seluruh mulut si kecil berada di areola dan mulutnya keluar.

  • Posisi botol susu salah

Jika si kecil menyusu dari botol, pastikan memiringkan botolnya agar ASI benar-benar memenuhi puting. Ini akan mengurangi jumlah udara yang masuk ke sistem pencernaan.

  • Menangis secara berlebihan

Bayi cenderung menelan udara saat menangis. Jika hal ini menyebabkan si kecil kembung, Bunda mungkin akan mendengarnya lewat setelah menangis.

  • Mengalami gangguan pencernaan ringan, seperti sembelit dan, dalam kasus yang jarang terjadi, gangguan gastrointestinal seperti refluks.
  • Saluran pencernaan yang belum matang

Bayi & # 39; tubuh belajar bagaimana mencerna makanan, jadi mereka cenderung mengeluarkan lebih banyak gas daripada orang dewasa.

  • Hanya mencoba jenis makanan baru

Saat si kecil sudah mulai mengonsumsi makanan padat, beberapa makanan baru bisa meningkatkan produksi gas dan membuatnya kembung. Pada beberapa bayi, seringnya kembung juga bisa menjadi tanda bahwa ia sensitif terhadap jenis makanan tertentu.

Ada beberapa gejala khas yang bisa Bunda kenali saat si Kecil mengalami kembung, seperti:

  • Menangis dengan keras dan tidak terkendali, terutama pada malam hari.
  • Menangis untuk waktu yang lama.
  • Menarik kakinya ke arah perut.
  • Telapak tangan mengepal.
  • Wajah si kecil merah.
  • Lebih banyak air liur.
  • Sering angin dan sendawa.
  • Perut terlihat lebih buncit dan terasa keras saat disentuh (kembung).
  • Kesulitan tidur.
  • Dia mungkin menolak untuk menyusui atau menjadi sangat mudah tersinggung selama menyusui.
  • Ada suara gemuruh dari dalam perutnya. Meski ada suara alami yang keluar dari usus, namun jika Bunda mencoba menempelkan telinganya ke perut bayi, ia akan merasakan dan mendengar suara gas yang kuat di perutnya.
  • Jika si kecil terlihat baikan setelah buang angin, maka bisa dipastikan bahwa penyebab rewel / menangis si kecil adalah karena gas. Namun, jika ia terus menangis meskipun tersengal / bersendawa, ia mungkin mengalami refluks, tidak kenyang, atau sembelit.
Baca juga: Turunkan Berat Badan Lagi? Waspadalah, Jangan Tersesat Oleh 5 Mitos Diet Ini!

Apa Yang Dapat Dilakukan untuk Meredakan Ini?

Ada beberapa cara yang bisa Bunda coba untuk menenangkan si kecil dan membantu mengeluarkan gas dari tubuhnya lebih cepat. Diantaranya adalah:

1. Gerakkan kaki si kecil membentuk lingkaran

Baringkan bayi telentang dan angkat kakinya dengan lutut ditekuk. Gerakkan kaki Anda seperti gerakan bersepeda.

2. Angkat kepala bayi

Angkat kepala bayi agar lebih tinggi dari perutnya, lalu pegang dalam posisi tegak sebentar sambil berusaha membuatnya bersendawa.

3. Bawa mereka berkeliling dengan mobil

Mengayun dengan lembut saat mobil melaju biasanya akan menenangkan bayi dan mengurangi ketidaknyamanan yang dia rasakan.

4. Bawa menghadap ke bawah

Posisi ini mirip dengan saat Mums ingin bersendawa. Miringkan si kecil di atas lengan Mum untuk menopang tubuh dan kepalanya, lalu ayunkan perlahan.

Baca juga: Kenapa, Pantat Bayi Kebiru-biruan?

5. Pijat perut

Selain pengetatan ikatanPijat perut juga bagus untuk membantu mengeluarkan gas dari perut. Berikut langkah-langkahnya:

  • Pijat perut menggunakan ujung jari Ibu dengan gerakan memutar searah jarum jam.
  • Lakukan gerakan "Aku cinta kamu“: buat gerakan huruf I di sisi kiri bayi, lalu buat huruf L terbalik dengan cara mengelus perut di sepanjang pangkal tulang rusuk dari sisi kanan ke kiri dan bawah. Terakhir buat U terbalik dengan membelai dari bawah di sisi kanan bayi, ke atas dan di sekitar pusar, lalu ke bawah di sisi kiri.
  • Jalankan jari Ibu di sekitar pusar searah jarum jam.
  • Angkat kaki dan tekan lutut dengan lembut ke arah perut. Putar pinggul bayi ke kanan beberapa kali.
  • Gosok perut si kecil secara horizontal dari sisi ke sisi beberapa kali.

6. Lakukan tummy time

Saat si kecil bangun tidur, tengkuraplah sejenak. Posisi ini memperkuat otot-otot tubuh bagian atas dan mendorongnya untuk mengangkat kepalanya, sehingga membantu melepaskan gas yang terperangkap di perutnya.

Baca juga: Pentingnya asupan DHA saat menyusui

Sumber:

NBC saya 5. Suara Perut Berdeguk dan Menggerutu.

Berita Medis Hari Ini. Cara Meredakan Gas.

Orangtua. Bayi Bersendawa.

Masalah Menyusui. Bantuan Gas Bayi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top