sewa ambulance

Latest News

BPJS Kesehatan Menjamin Pemeriksaan Kehamilan, Persalinan, dan Pasca melahirkan

Rakyat Indonesia tentu sangat paham tentang BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan. Ya, seperti namanya, BPJS Kesehatan adalah fasilitas yang dapat digunakan oleh peserta untuk mendapatkan sejumlah layanan kesehatan.

Hingga saat ini, hampir semua perawatan kesehatan di Indonesia dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan, asalkan para peserta yang mengajukan mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami serangkaian prosedur, sehingga Geng Sehat yang telah terdaftar sebagai peserta tidak lagi mengalami kesulitan ketika mereka membutuhkan layanan Kesehatan BPJS.

Nah, di antara semua layanan kesehatan yang dicakup oleh BPJS Kesehatan, proses pengiriman, baik secara normal dan melalui operasi caesar, juga ditanggung oleh Ibu oleh BPJS Kesehatan.

Bahkan, layanan ini juga dapat digunakan sejak perawatan kehamilan, termasuk untuk bayi yang telah dilahirkan. Ingin tahu lebih banyak tentang layanan Kesehatan BPJS untuk ibu hamil dan melahirkan? Selanjutnya secara penuh.

Baca juga: Inilah Fakta Tentang Kesehatan BPJS Anda Tidak Tahu!

Kesehatan BPJS untuk Wanita Hamil

Untuk dapat memperoleh layanan BPJS Kesehatan, sebelumnya Ibu harus mendaftar terlebih dahulu sebagai peserta. Selain itu, ibu hanya mengikuti prosedur perawatan medis yang berlaku.

Sama seperti layanan kesehatan dalam pengobatan penyakit lain, perawatan dan persalinan antenatal ditanggung oleh BPJS Kesehatan juga menggunakan sistem rujukan berjenjang.

Sistem rujukan berjenjang berarti bahwa untuk mendapatkan layanan Kesehatan BPJS untuk pasien non-darurat, itu harus dimulai dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Kemudian, itu hanya dapat dilanjutkan ke fasilitas kesehatan berikutnya jika fasilitas tidak memadai di FKTP.

Inilah sebabnya mengapa peserta BPJS Kesehatan, termasuk wanita hamil, harus mengikuti prosedur medis yang berlaku. Jika peserta tidak mengikuti prosedur, ini nantinya akan menyulitkan peserta untuk mendapatkan asuransi kesehatan dari BPJS Kesehatan.

Prosedur Penggunaan Kesehatan BPJS untuk Wanita Hamil

1. Pergi ke FKTP atau rumah sakit sesuai dengan kebutuhan peserta, seperti:

Sebuah. Untuk pemeriksaan kehamilan rutin, wanita hamil yang berpartisipasi dalam BPJS Kesehatan dapat pergi ke FKTP, seperti puskesmas, klinik swasta, dokter perorangan, atau bidan, asalkan FKTP bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

b. Pada saat pengiriman, peserta harus terlebih dahulu pergi ke FKTP terdekat yang memiliki fasilitas bersalin dengan ketentuan sebagai berikut:

– Bagi peserta yang melahirkan secara normal tanpa gangguan, dapat langsung menuju ke FKTP terdekat tanpa rujukan.

– Untuk peserta yang memiliki kehamilan berisiko tinggi atau ada gangguan dan kelainan dalam proses persalinan, peserta akan dirujuk untuk melahirkan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut.

c. Untuk wanita hamil peserta BPJS Kesehatan dalam keadaan darurat (perdarahan, kejang kehamilan, ketuban pecah dini, dan kondisi lain yang dapat menyebabkan kecacatan), dapat dibawa langsung ke rumah sakit.

2. Saat mengunjungi FKTP atau rumah sakit, jangan lupa membawa dokumen, seperti kartu peserta, KTP, dan buku kesehatan ibu dan anak.

Baca juga: Alur BPJS dan semua aturan

Ketentuan untuk Pemeriksaan Kehamilan yang Ditanggung oleh BPJS Kesehatan

Ketentuan untuk kontrol kehamilan (ANC) yang dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan sebanyak 4 kali, dibagi menjadi:

– Trimester 1: dilakukan 1 kali pada usia kehamilan 1-12 minggu

– Trimester 2: dilakukan 1 kali pada usia kehamilan 13-28 minggu

– Trimester 3: dilakukan 2 kali pada usia kehamilan 29-40 minggu

Layanan Ultrasonografi selama Kehamilan yang Dicakup oleh BPJS Kesehatan

Selama kehamilan, pemeriksaan ultrasonografi diperlukan untuk memantau perkembangan janin. Dalam hal ini, BPJS Kesehatan dapat menanggung biaya jika USG dilakukan bukan atas kemauan mereka sendiri. Artinya, jika wanita hamil secara medis membutuhkan USG, itu akan ditanggung oleh BPJS, dengan syarat bahwa itu harus dirujuk oleh FKTP.

Biaya Pemeriksaan Ditanggung oleh BPJS Kesehatan

1. Pemeriksaan pra-kelahiran atau perawatan antenatal (ANC)

– Dalam bentuk paket dengan maksimum 4 kunjungan, senilai Rp200.000.

– Pemeriksaan ANC yang tidak hanya dilakukan di satu tempat, bernilai Rp 50.000 per kunjungan.

2. Persalinan normal atau persalinan normal

– Persalinan normal oleh bidan, senilai Rp 700.000.

– Persalinan normal oleh dokter, senilai Rp. 800.000.

– Persalinan normal dengan tindakan darurat dasar di puskesmas ditanggung Rp. 950.000.

3. Tenaga kerja dirujuk ke fasilitas kesehatan canggih

Dalam kondisi tertentu, wanita hamil yang merupakan peserta BPJS Kesehatan tidak dapat melahirkan secara normal dan harus menjalani operasi caesar. Ini akan memerlukan perawatan khusus dan umumnya tidak dapat ditangani di FKTP karena keterbatasan tenaga ahli dan juga peralatan medis.

Biasanya, peserta akan memerlukan rujukan ke rumah sakit yang lebih besar dengan fasilitas lengkap. Untuk mendapatkan rujukan ke fasilitas canggih ini, peserta harus terlebih dahulu mendapatkan surat rujukan dari FKTP.

Dalam hal ini, biaya yang dikenakan disesuaikan dengan kelas rumah sakit, kelas perawatan peserta, rumah sakit daerah, tingkat keparahan medis, dan kepemilikan rumah sakit. Peserta tidak perlu lagi membayar untuk fasilitas kesehatan yang bersangkutan jika mereka menerima layanan yang sesuai dengan hak perawatan dan mengikuti prosedur yang berlaku.

Harus diingat bahwa keputusan untuk menjalani operasi caesar yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan harus disarankan oleh dokter atau bidan yang menangani peserta di FKTP, bukan atas keinginan peserta sendiri.

Mendaftarkan Kelahiran Bayi

Setelah melahirkan, pasien peserta BPJS Kesehatan dapat segera mendaftarkan bayi mereka ke fasilitas BPJS Kesehatan sesegera mungkin. Peserta BPJS Kesehatan memiliki 3×24 jam hari kerja untuk mendaftarkan bayi mereka setelah lahir.

Dokumen yang diperlukan saat mendaftarkan bayi sebagai peserta BPJS Kesehatan meliputi akta kelahiran, kartu kesehatan BPJS orang tua, dan kartu keluarga. Pemilihan kelas dapat disesuaikan dengan kelas yang dipilih oleh orang tuanya.

Pemeriksaan Pascakelahiran atau Perawatan Pascanatal (PNC)

1. sepertiga kunjungan neonatus (usia bayi baru lahir 0-28 hari) (KN3) dan sepertiga kunjungan nifas (KF3), dihargai Rp. 25.000 per kunjungan.

2. Layanan tindakan pasca melahirkan di puskesmas, senilai Rp. 175.000.

3. Layanan pra-rujukan untuk komplikasi kebidanan dan / atau neonatal, senilai Rp. 125.000.

Nah, itulah penjelasan tentang prosedur penggunaan BPJS Kesehatan untuk perawatan antenatal, persalinan, hingga postpartum. Ayolah, apa menurutmu ibu sudah mengerti kondisinya? (KAMI)

Baca juga: Hasil Survei BPJS, Peserta Mengadu tentang Layanan Dokter

Sumber

BPJS kesehatan. "Panduan Praktis untuk Layanan Obstetri & Neonatal".

Perhatian "4 Layanan untuk Wanita Hamil yang Dicakup oleh BPJS Kesehatan"Tombol.

Berita Jamkes. "Dari Kehamilan hingga Melahirkan, Semua Dapat Dijamin oleh BPJS Kesehatan"Tombol.

Kompas. "Inilah Prosedur dan Biaya Melahirkan dari BPJS Kesehatan"Tombol.

Pasien BPJS. "Cara Menggunakan BPJS untuk Memeriksa Kehamilan, Ultrasonografi, dan Melahirkan"Tombol.

Tirto "Ketentuan Penggunaan Kesehatan BPJS untuk Melahirkan"Tombol.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top