sewa ambulance

Latest News

Cobra Snake Terror, Ini Bantuan Ketika Digigit Ular Dan Mencegahnya!

Teror kobra ini memang marak di beberapa daerah di Indonesia, terutama di musim hujan seperti sekarang. Dalam beritanya, kobra juga sering dijumpai di beberapa kawasan perumahan. Jadi, bagaimana cara membantu kapan ular digigit beracun dan bagaimana mencegah ular memasuki rumah?

Membantu ketika digigit ular berbisa menurut para ahli

Menurut Dr. dr. Tri Maharani, M.Sc, Sp.Em, teror kobra yang marak akhir-akhir ini sebenarnya terjadi setiap tahun. Namun, tahun ini masyarakat telah lebih waspada dan dididik tentang cara menangani ular. Dengan begitu, mereka sibuk berburu ular kobra dan telur.

Meski begitu, menurut Dr. Tri yang juga ahli toksikologi, pengetahuan masyarakat terkait penanganan racun ular masih relatif rendah. Dia menambahkan, tidak sedikit orang yang masih percaya pada dukun untuk menangani kasus racun ular.

Belum lagi pemahaman bahwa garam, bahan kimia, serat, atau wewangian dapat mengusir binatang reptil ini. "Cedera akibat gigitan ular juga tidak boleh dihisap atau disedot, dan jangan memotong kulit yang terkena gigitan ular demi darah," kata Dr. Tri saat dihubungi melalui telepon.

Kenapa ini terjadi? Ini karena ular tidak bisa melalui pembuluh darah, tetapi getah bening. Ini juga yang membuat banyak korban gigitan ular tidak selamat. Ingatlah bahwa kobra bisa dominan mycrotoxin, kardiotoksin, neurotoksin dan sitotoksin.

Baca juga: Digigit ular? Jangan panik!

Baik, kardiotoksin dan neurotoksin adalah penyebab paling umum kematian akibat racun. Ini bisa masuk ke tubuh dan menyebar melalui kelenjar getah bening. Lamanya waktu untuk menyebabkan kematian ini juga tergantung pada jumlah racun yang masuk ke dalam tubuh, Gengs.

Jika banyak kardiotoksin dan neurotoksinmaka korban bisa mati dalam hitungan jam atau bahkan menit. Kerusakan sel akibat tidak bisa diberikan antibisa ini bisa membuat semua jaringan tubuh tidak berfungsi dan mati, seperti otot, pembuluh darah, saraf, dan sebagainya.

Ketika terkena gigitan ular, Dr. Tri bersikeras untuk tetap tenang dan beristirahat. Lalu, pasang belat yang bisa mengurangi gerakan. Ini disebut imobilisasi. "Tujuan imobilisasi adalah untuk menunda penyebaran racun ke seluruh tubuh dan merusak organ tubuh kita," kata dr. Tri

Imobilisasi ini dilakukan dengan menghalangi bagian-bagian tubuh yang terkena, seperti tangan atau kaki dengan dua potong kayu atau bambu. Selain itu, jangan ikat terlalu kencang dengan kain karena tujuannya bukan untuk menghalangi aliran darah, tetapi agar bagian tubuh yang terkena tidak banyak bergerak.

Baca juga: Selain P3K, Kenali Obat yang Digigit Ular

Setelah itu, segera bawa orang yang terkena gigitan ular atau korban ke layanan kesehatan terdekat. Namun, sayangnya diakui oleh Dr. Tri, masih sangat sedikit rumah sakit di Indonesia yang menyediakan serum antibakteri disertai oleh tenaga medis yang memiliki pengetahuan tentang penanganan gigitan racun hewan yang berkualitas.

"Meskipun ada 348 jenis ular di Indonesia, dengan 76 di antaranya berbisa. Tidak hanya gigitan ular yang harus diwaspadai, tetapi juga menyengat binatang seperti tawon atau ubur-ubur, serta jenis hewan lainnya," jelas Dr. Tri

Oleh karena itu, Dr. Tri mendesak Kementerian Kesehatan untuk segera mengeluarkan program penanganan hewan berbisa untuk dokter dan perawat. Program ini akan mencakup latihan, menerbitkan buku panduan, dan penelitian. Dokter Tri sendiri sering melakukan pelatihan dalam menangani gigitan hewan beracun, baik untuk dokter, perawat, dan komunitas pecinta reptil.

Baca juga: Inilah yang harus dilakukan ketika disengat oleh ubur-ubur

Lebih lanjut, merujuk pada pedoman WHO untuk mencegah masuknya hewan beracun, seperti ular ke dalam rumah, ia menyarankan untuk membersihkan rumah dari tikus, katak, atau unggas yang diburu oleh ular. Selain itu, bersihkan juga halaman sekali seminggu dengan memotong rerumputan dan dahan pohon sehingga tidak menjadi sarang ular.

Sumber:

Wawancara dengan Spesialis Darurat Dr. dr. Tri Maharani, M.Sc, Sp.Em.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top