sewa ambulance

Latest News

Ingin bebas stres dan sehat mental? Hanya Olahraga!

Minggu ini kita merayakan Hari Olahraga Nasional, 9 September tepatnya. Peringatan Hari Olahraga 2020 terasa berbeda karena masa pandemi. Selama pandemi ini, kegiatan olahraga juga mengalami penyesuaian sejalan dengan protokol kesehatan yang diberlakukan.

Bagi sebagian orang, olahraga mungkin sudah menjadi aktivitas rutin karena banyaknya manfaat yang dirasakan. Gang Sehat mungkin hanya tahu itu,

Hal tersebut semakin terasa selama pandemi ini dimana virus corona tidak hanya mengancam kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental. Rasa takut dan cemas yang dialami bisa menurunkan kekebalan. Belum lagi ancaman ekonomi yang bisa memicu depresi. Olah raga bisa menjadi pilihan untuk meningkatkan kesehatan mental Anda dan mencegah gangguan jiwa.

Baca juga: Berolahraga Sambil Bekerja, Kenapa Tidak?

Manfaat Olah Raga untuk Kesehatan Mental

Ternyata olahraga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan mental, di antaranya:

  1. Mengurangi kecemasan
  2. Memperbaiki suasana hati
  3. Tingkatkan kepercayaan diri
  4. Tingkatkan fokus dan konsentrasi
  5. Tingkatkan kualitas tidur

Olahraga bekerja dengan meningkatkan sirkulasi darah ke otak dan mempengaruhinya hipotalamus-hipofisis-adrenal sumbu (HPA) di otak. HPA menengahi beberapa area di otak termasuk sistem limbik, yang mengontrol motivasi dan suasana hati; amigdala, yang menciptakan ketakutan sebagai respons terhadap stres; dan hipokampus, yang memainkan peran penting dalam pembentukan memori serta suasana hati dan motivasi.

Saat berolahraga, tubuh Anda juga melepaskan neurotransmiter dan hormon seperti endorfin, dopamin, dan serotonin. Endorfin, yang secara struktural mirip dengan morfin memberikan efek pereda nyeri alami dan membantu menimbulkan perasaan euforia. Dopamin sering disebut sebagai "hormon bahagiaDapat meningkatkan mood. Peningkatan kadar serotonin juga dapat berdampak positif pada suasana hati dan perilaku sosial serta mendorong istirahat malam yang nyenyak.

Baca juga: Depresi Bisa Diobati dengan 150 Menit Latihan Seminggu

Ada porsi berolahraga

Ternyata berolahraga memiliki porsi gengs. Anda tidak perlu menghabiskan waktu berjam-jam untuk berolahraga di gym, berkeringat, atau berlari bermil-mil. Olahraga berlebihan justru bisa menimbulkan gangguan kesehatan mental.

Studi menunjukkan bahwa mereka yang berolahraga 3-5 kali seminggu mengalami kesehatan mental yang lebih baik, dibandingkan dengan mereka yang tidak berolahraga sama sekali, atau berolahraga lebih dari lima kali seminggu.

Penelitian lain menyebutkan bahwa olahraga sedang selama 30 menit, seperti jalan cepat 3 hari dalam seminggu, cukup bermanfaat untuk kesehatan mental. Berolahraga selama 2 – 6 jam seminggu merupakan poin maksimal untuk meningkatkan kesehatan mental.

Anda dapat memulai sesi 5 atau 10 menit dan perlahan-lahan menambah waktu Anda. Semakin banyak Anda berolahraga, semakin banyak energi yang Anda miliki, sehingga pada akhirnya Anda merasa siap untuk menambah lebih banyak. Kuncinya adalah berkomitmen pada aktivitas fisik yang moderat – betapapun kecilnya – tetapi rutin. Saat olahraga menjadi kebiasaan, manfaat olahraga akan mulai membuahkan hasil.

Latihan Aman di Saat Pandemi

Selama pandemi ini, Gang Sehat harus menghindari keramaian sebanyak mungkin. Berolahraga di rumah adalah pilihan terbaik saat ini. Ada banyak jenis olah raga yang bisa Anda lakukan di rumah, diantaranya bersepeda dalam ruangan, lari treadmill, menari, aerobik, yoga, squat, push-up, sit-up, rindu maju, dan lebih banyak lagi untuk membantu membuat olahraga lebih menyenangkan. Anda juga bisa berolahraga sambil berjemur untuk mendapatkan sumber Vitamin D.

Kalau memang harus berolahraga di luar, cari tempat yang tidak ramai. Jaga jarak, hindari keramaian dan gunakan masker sesuai porsinya. Yuk, Geng Sehat jadikan olah raga gaya hidup sehat Anda.

Baca juga: Bisakah Anda berlari di pagi hari selama pandemi Coronavirus?

Referensi

1. Sharma, dkk. 2006. Latihan untuk Kesehatan Mental. Pendamping Perawatan Prim J Clin Psikiatri. Vol. 8 (2).

2. S. Heijnen. 2015. Neuromodulasi Latihan Aerobik – Review. Psikol Depan. Vol. 6 (1890)

3. Woods J, dkk. 2020. Pandemi COVID-19 dan Aktivitas Fisik. Kedokteran Olahraga dan Ilmu Kesehatan. Vol. 2 (2). p. 55-64

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top