Latest News

Kisah Di Balik Peringatan 25 Hari Guru

"Jika satu-satunya alat yang dimiliki seseorang adalah palu, maka setiap masalah yang dihadapi akan terlihat seperti paku yang harus dipukul dengan keras."

Pepatah ini memang bukan kutipan baru, tetapi tidak pernah usang untuk menggambarkan caranya pendidikan sangat berpengaruh untuk pembentukan cara berpikir seseorang. Dan berbicara tentang pendidikan, tentunya tidak dapat dipisahkan dari peran profesi guru yang erat kaitannya dengan kehidupan sekolah, baik formal maupun formal. Namun, tahukah Anda bahwa peringatan Hari Guru Nasional sangat dekat dengan perjuangan kemerdekaan Indonesia? Jika tidak, mari kita lihat kisah di balik momentum Hari Guru Nasional jatuh hari ini.

Perjuangan Nasionalis untuk Guru

Peringatan Guru Nasional & # 39; Hari dimulai dengan berdirinya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada tangga 25 November 1945, atau 100 hari setelah momen proklamasi kemerdekaan Indonesia. Sebelum PGRI dibentuk, guru-guru pribumi membentuk asosiasi berdasarkan semangat perjuangan di era kolonial Belanda, dengan nama Asosiasi Guru Hindia Belanda (PGHB)

Dilihat dari namanya, perjuangan para guru di era awal dibentuk oleh PGHB sangat erat dengan unsur perjuangan untukbodohdan yang berakar di kalangan masyarakat adat, sebagai efek samping dari kolonialisme yang berlangsung sangat lama. Selain itu, kesadaran nasional dan semangat perjuangan yang telah lama berkembang, mendorong para guru pribumi untuk memperjuangkan persamaan hak dan posisi dengan Belanda. Hasil termasuk Kepala Hollandsch-Inlandsche School (HIS), atau sekolah Belanda untuk pribumi, yang selalu dipegang oleh Belanda, satu per satu, mereka pindah ke tangan Indonesia.

PGHB berdiri sebagai organisasi yang menjunjung tinggi unitarisme (persatuan), karena anggotanya terdiri dari guru pendamping, guru desa, kepala sekolah, dan pemilik sekolah. Dengan beragam latar belakang pendidikan, mereka umumnya bekerja di Sekolah Desa dan Sekolah Orang Nomor Dua. Dengan keragaman latar belakang ini, tidak heran PGHB telah berkembang menjadi organisasi keagamaan, kebangsaan, dan lebih bergaya guru.

Baca juga: Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

Kemerdekaan dan Pendidikan adalah Hak Semua Bangsa

Semangat perjuangan nasionalis para guru yang tergabung dalam PGHB, semakin membara dan tidak bisa dibendung. Perjuangan mereka tidak hanya terbatas pada perjuangan untuk meningkatkan nasib mereka atau untuk menginginkan persamaan hak dan posisi dengan Belanda, tetapi telah memuncak menjadi perjuangan nasional dengan meneriakkan "kemerdekaan".

Ini membuat mereka memutuskan untuk mengubah nama Asosiasi Guru Hindia Belanda (PGHB) menjadi Asosiasi Guru Indonesia (PGI) pada tahun 1932. Perubahan yang sangat berani ini mengejutkan pemerintah Belanda. Bagi Belanda, keberadaan kata "Indonesia" mencerminkan semangat nasionalisme yang diharapkan tidak ada. Sebaliknya, kata "Indonesia" menjadi pernyataan kuat bahwa Indonesia memiliki hak untuk bersuara dan tidak layak dibungkam lagi.

Sayangnya, keberanian para guru ini, menemui jalan buntu. Selama pendudukan Jepang pada tahun 1942-1945, semua organisasi dilarang, sekolah ditutup, dan PGI tidak bisa lagi melakukan kegiatan.

Baca juga: Ajari Anak 5 Kebiasaan Hidup Sehat di Sekolah!

Mengatasi hambatan bukanlah akhir dari kisah perjuangan para guru. Semangat proklamasi 17 Agustus 1945 yang menjalar di setiap jiwa rakyat Indonesia, menjadi dasar penyelenggaraan Kongres. Guru Indonesia pada 24-25 November 1945 di Surakarta. Melalui kongres ini, semua organisasi dan kelompok guru berdasarkan perbedaan lulusan, lingkungan kerja, lingkungan regional, politik, agama, dan etnis, sepakat untuk dihapuskan.

Sejak hari itu, mereka bersatu untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Juga dalam kongres ini, pada 25 November 1945 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) didirikan. Dan pada tahun 1994, Presiden Republik Indonesia secara resmi menetapkan 25 November sebagai Hari Guru Nasional, sebagai tanda menghormati layanan guru, tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi untuk perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Baca juga: Si Kecil Jadi Korban Intimidasi di Sekolah? Inilah yang harus dilakukan!

Sumber:

PGRI. Hari Guru Nasional.

IGI. Proposal IGI untuk Pendidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top