sewa ambulance

Latest News

Membangun Keluarga Sehat Selama Pandemi

Pandemi Covid-19, yang telah berlangsung dari akhir tahun hingga bulan ke-5 tahun 2020, telah membawa banyak perubahan dari semua aspek kehidupan. Tidak semua negatif. Misalnya, ada perubahan positif tentang kesadaran akan peningkatan perilaku hidup bersih.

Periode pembatasan sosial dan fisik juga harus menjadi kesempatan untuk menjadi lebih dekat dengan anggota keluarga, dan kita menjadi peduli dengan orang lain.

Ini dikatakan oleh psikolog Rosdiana Setyaningrum, Mpsi, MPHEd, dalam diskusi virtual "Membangun Keluarga yang Kuat Pas #DiRumahAja: Nutrisi Seimbang, Aktif, dan Senang "yang diselenggarakan oleh Frisian Flag Indonesia, Rabu (29/4).

"Situasi saat ini dapat dikatakan abnormal, tetapi pada akhirnya menjadi normal baru. Kami semakin terbiasa bekerja dan belajar dari rumah. Selama 24 jam di rumah, bersama keluarga, bagaimana perasaan kita? Apakah Anda bahagia, lebih intim, atau lebih sering berdebat, "jelas Diana.

Baca juga: Kiat Tetap Sehat Saat Puasa di Tengah Pandemi

Membangun Keluarga Sehat Selama Pandemi

Diana menambahkan, sekarang adalah kesempatan yang baik untuk belajar menjadi lebih kuat, lebih kompak, dan menjadi manusia yang lebih baik. Menjadi manusia yang lebih baik, akan mendorong terciptanya keluarga yang lebih sehat.

Ada banyak cara untuk melakukannya. Salah satu contohnya adalah membiasakan hidup sehat dan bersih. Tanpa disadari, perilaku ini mungkin telah dipraktikkan oleh hampir semua orang, karena ia menghindari penularan virus korona.

"Ada begitu banyak pelajaran di balik bencana ini, misalnya kita tidak menuntut diri yang berlebihan. Kita bahkan dapat membantu orang lain dari rumah. Bagi mereka yang sudah memiliki anak, sementara di rumah itu menjadi kesempatan untuk lebih dekat dengan anak-anak, untuk melakukan kemandirian dan disiplin anak-anak, "kata Diana.

Namun, lanjutnya, membangun hubungan keluarga yang harmonis memang membutuhkan upaya. Sekarang adalah waktu terbaik untuk meningkatkan hubungan dengan diri sendiri dan keluarga. "Sebisa mungkin hindari stres karena stres berkaitan erat dengan penurunan kekebalan manusia," jelas Diana.

Baca juga: Hati-hati, Masalah dalam Keluarga Meningkatkan Risiko Obesitas

Hindari Stres dan Makan Bergizi

Saat stres, tubuh mengeluarkan hormon kortisol yang menyebabkan penurunan kemampuan aktivitas sel imun untuk membunuh virus atau bakteri penyebab penyakit. Kondisi ini membuat tubuh kita lebih rentan terhadap penyakit

Stres ditandai oleh berbagai respons tubuh, yaitu kemampuan fisik, emosi, dan berpikir. Respons fisik atau fisiologis, misalnya, detak jantung lebih cepat, otot tegang, pernapasan lebih cepat, dan keringat dingin.

Respons kognitif atau kemampuan untuk berpikir ketika stres terganggu, misalnya, pikiran tentang bahaya atau ancaman muncul dan kesulitan berkonsentrasi. Ditambah respons emosional dalam bentuk ketakutan, kemarahan, kesedihan, dan kecemasan.

Ir. Ahmad Syafiq, PhD dari Pusat Studi Gizi dan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia menambahkan, sistem kekebalan tubuh kita adalah garis depan dan benteng pertahanan utama terhadap semua benda asing yang berbahaya bagi tubuh, termasuk virus.

"Agar sistem kekebalan tubuh kita berfungsi dan bekerja dengan baik, diperlukan dukungan nutrisi. Kekurangan atau kelebihan gizi akan menyebabkan penurunan fungsi sistem kekebalan tubuh," jelas Syafiq.

Meski menjalani masa pembatasan fisik dengan di rumah saja, lanjut Syafiq, kebutuhan gizi harus dipenuhi. Semua anggota keluarga harus mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang sehingga kebutuhan gizi makro dan mikro terpenuhi.

"Tidak ada satu pun jenis makanan yang memiliki nutrisi sempurna. Karena itu kita harus makan makanan yang bervariasi dan memiliki warna yang beragam. Jangan lupa bahwa sumber nutrisi tidak hanya dari makanan, tetapi juga minuman," jelasnya.

Menurut Ahmad Syafiq, minuman sehat seperti susu dapat digunakan sebagai sumber nutrisi penting dalam keluarga. "Dalam hubungannya dengan sistem kekebalan tubuh, susu baik dikonsumsi karena selain energi dan protein (asam amino), susu juga mengandung vitamin B6, vitamin B12, vitamin D, seng, dan selenium," katanya.

Fallah Adina, yang juga seorang ibu dan influncerberbagi pengalaman mereka. ”Konsep gizi seimbang adalah yang banyak diremehkan, atau tidak terpenuhi karena kondisinya tidak memungkinkan. Karena itu, kita harus mengubah persepsi kita, bahwa selain makanan sehat, kita juga perlu memperhatikan minuman yang kita konsumsi. Karena minuman adalah pelengkap makanan. Cobalah minum susu karena susu kaya protein, lemak, dan berbagai vitamin dan mineral. "

Baca juga: Bukti Ilmiah Mematahkan 5 Mitos Tentang Susu!

Sumber:

Diskusi virtual Frisian Flag Indonesia "Membangun Keluarga yang Kuat Pas #DiRumahAja: Nutrisi Seimbang, Aktif, dan Senang "Rabu, 29 April 2020.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top