sewa ambulance

Latest News

Perawatan Ibu Selama Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 telah & # 39; memaksa & # 39; kita beradaptasi dalam semua tatanan hidup dan aktivitas kita sehari-hari, termasuk sistem asuhan ibu, termasuk asuhan prenatal. (perawatan antenatal), persalinan dan nifas.

Wanita hamil tergolong dalam kelompok yang rentan tertular Covid-19, meski data ilmiah terbaru menunjukkan bahwa tampilan klinis cenderung lebih baik daripada populasi yang terinfeksi Covid-19 secara umum, serta tingkat keparahan yang lebih rendah.

Tentu masih banyak pertanyaan lain terkait kehamilan dan infeksi Covid-19. Makalah ini berupaya membahas secara sederhana mengenai kehamilan, persalinan dan pasca persalinan terkait Covid-19, serta membahas layanan ibu selama pandemi Covid-19 berdasarkan data atau bukti ilmiah, regulasi dari dunia dan organisasi profesi Indonesia, dan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. .

Apakah berbahaya melakukan pemeriksaan kehamilan di rumah sakit?

Rumah sakit telah memisahkan zona Covid-19 (zona merah) dan zona non-Covid-19 (zona hijau) untuk menjamin keselamatan ibu hamil selama pemeriksaan kehamilan. Jadi, ibu hamil terhindar dari risiko penularan Covid-19 saat memeriksakan diri atau berobat di rumah sakit.

Baca juga: Bunda, Tahukah Fakta Tentang Janin dalam Bahan Berikut Ini?

Apa protokol kesehatan yang harus diikuti oleh ibu hamil selama pemeriksaan kesehatan di rumah sakit?

Prinsip 3M adalah prosedur umum utama yang diikuti. Kenakan masker, jaga jarak aman, dan cuci tangan Anda. Data menunjukkan bahwa dengan menggunakan masker dengan benar, risiko tertular Covid-19 hanya berkisar 1,5%.

Jika digabungkan dengan menjaga jarak aman, risiko penularan mendekati 0%. Oleh karena itu, ibu hamil tidak boleh bermalas-malasan atau risih menggunakan masker, baik saat pemeriksaan maupun saat proses persalinan, demi keamanan dan kebaikan bersama.

Apa perbedaan pola asuhan antenatal saat itu & # 39; normal baru & # 39; pandemi Covid-19 ini?

Prinsip jarak fisik atau menjaga jarak aman mengakibatkan jumlah kasus yang ditangani rumah sakit berkurang 50-80% dari kapasitas sebelumnya. Hal ini dilakukan agar kapasitas ruangan yang ada, mulai dari ruang tunggu pemeriksaan, ruang tunggu pengambilan obat, area kasir, dan lain-lain, untuk memenuhi protokol jarak aman antara satu pasien dengan pasien lainnya.

Dengan berkurangnya kapasitas penanganan pasien, tentunya kuantitas dan frekuensi perawatan antenatal atau ante-natal bisa dikurangi. Kasus dengan prioritas lebih tinggi akan diprioritaskan untuk mendapatkan pelayanan, misalnya Ibu yang memiliki tekanan darah tinggi, pendarahan dari jalan lahir, keluarnya cairan ketuban, dan lain-lain.

Sedangkan kontrol rutin, yaitu setiap bulan sekali pada usia kehamilan sebelum 7 bulan, kemudian setiap 2 minggu setelahnya sampai usia kehamilan 9 bulan, dan setiap minggu setelah 9 bulan, sudah cukup selama trimester pertama kehamilan. trimester, trimester. Ketiga, dan sebelum melahirkan atau usia kehamilan 12, 20, 28, 38 minggu.

Diharapkan, kekosongan waktu ujian diganti dengan swa-monitortele-monitoring), termasuk pergerakan janin, tekanan darah, denyut nadi, frekuensi pernapasan, dan keluhan lain yang mungkin sangat mengganggu, yang dapat dikonsultasikan secara online.

Dokter kemudian akan memberikan arahan atau nasehat, termasuk memberikan pengobatan ringan pada kasus yang ringan, pemeriksaan laboratorium dan sonografi yang direkomendasikan untuk kemudian menginterpretasikan hasilnya, atau bila diperlukan perawatan lebih lanjut di rumah sakit (tele-bantuan, tele-keahlian). Proses ini bila diringkas menjadi entitas lengkap disebut tele-medicine atau tele-health.

Baca juga: Perubahan Payudara selama Kehamilan Trimester Pertama

Apakah mengurangi kunjungan ke rumah sakit berbahaya bagi kehamilan dan janin?

Perkembangan ilmu kebidanan modern yang lebih dikenal dengan istilah fetomaternal medicine (obat ibu-janin), ternyata pemeriksaan pada trimester pertama dapat memprediksi lebih dari 80% risiko komplikasi kehamilan mayor, seperti preeklamsia, persalinan prematur, pertumbuhan janin terhambat, perdarahan, infeksi, dan lain-lain, yang selanjutnya akan menjadi dilakukan dengan pencegahan atau pengobatan yang akurat untuk mengurangi risiko. bisa dihilangkan.

Dalam & # 39; normal baru & # 39; Di era tersebut, dibutuhkan kekuatan pemeriksaan trimester pertama yang mendetail dan cermat, agar tetap dapat memberikan pelayanan kehamilan yang berkualitas, bahkan bisa lebih baik dari pola pemeriksaan konvensional dengan sering mengunjungi rumah sakit seperti di masa lalu.

Apakah wanita hamil yang akan ke rumah sakit atau akan melahirkan harus diperiksa tes cepat?

Hal yang sebenarnya tidak tes cepat atau tidak tes cepat, sebaliknya, skrining untuk infeksi Covid-19 dengan sistem pengenalan dini (sistem peringatan dini), sesuai anjuran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI).

Sistem peringatan dini merupakan metode yang menilai secara komprehensif, mulai dari riwayat kontak dekat dengan penderita Covid-19, riwayat perjalanan dari daerah penularan Covid-19 setempat, keluhan klinis yang mendukung Covid-19 seperti demam; batuk; sulit untuk bernafas; lemas; serta nyeri otot dan sendi; Tes laboratorium sederhana seperti rasio neutrofil terhadap limfosit, rontgen dada atau bahkan CT scan dada.

Apabila ditemukan kriteria yang mendukung kemungkinan Covid-19 dan dugaan Covid-19, maka akan dilakukan konfirmasi dengan uji usap PCR sesuai dengan Protokol Kesehatan dari Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia yang terakhir.

Tes cepat rutin hingga saat ini hanya disarankan dalam konteks data pelengkap pemudik yang menggunakan angkutan umum atau dalam kondisi dimana tes usap tidak dapat dilakukan pada kasus suspek Covid-19 (baik suspect maupun probable).

Mengapa skrining diperlukan agar proses pengobatan dan lokasi pengobatan dapat dibedakan pasien mana yang akan dirawat di zona merah (untuk kasus yang dicurigai, mungkin, atau terkonfirmasi) dan pasien mana yang akan dirawat di zona hijau.

Hal ini penting dilakukan untuk memastikan bahwa layanan untuk pasien yang tidak terinfeksi tidak berbaur dengan pasien yang terinfeksi, sehingga risiko penularan Covid-19 di rumah sakit dapat dihilangkan atau minimal diminimalkan dalam jumlah yang signifikan.

Pasien yang berobat ke rumah sakit merasa aman dan tidak khawatir tertular Covid-19 di rumah sakit karena ada pemisahan zona pelayanan antara Covid-19 dan bukan Covid-19.

Apakah rontgen dada atau CT scan dada aman untuk wanita hamil?

Pada dasarnya radiasi yang dapat dihasilkan oleh rontgen dada (rontgen) dan CT-scan dengan prosedur yang baik jauh di bawah ambang toleransi radiasi yang dapat berdampak buruk pada janin, sehingga aman. Jika memang diperlukan indikasi medis, maka rontgen dada dan CT scan dada dengan prosedur yang baik aman untuk dilakukan ibu hamil.

Baca juga: Penyebab munculnya bintik-bintik pada trimester pertama kehamilan

Apakah wanita hamil yang janinnya dipastikan Covid-19 juga akan menderita Covid-19?

Hingga tulisan ini dibuat, semua data penelitian dan bukti ilmiah terdapat di dalamnya pedoman Di seluruh dunia, masih belum cukup bukti bahwa infeksi Covid-19 akan ditularkan langsung dari ibu ke janin selama kehamilan.

Yang menjadi perhatian khusus adalah segera setelah bayi lahir dari ibu yang terinfeksi Covid-19 dan tidak menggunakan masker yang benar, udara di dalam ruangan dan tetesan dari ibu berpotensi menularkan dan menyebabkan infeksi pada bayi baru lahir ( neonatus).

Jadi hal utama yang harus diperhatikan adalah masker tetap digunakan oleh ibu hamil meski sedang dalam proses mendorong persalinan. Dan setelah melahirkan, ibu yang dipastikan Covid-19 tetap dapat menyusui bayinya melalui pemerasan air susu ibu sehingga tidak ada kontak penularan atau penularan dari ibu ke bayinya saat menyusui. Bayi juga akan mendapatkan perawatan khusus.

Apakah wanita hamil dengan janin Covid-19 yang dikonfirmasi harus segera lahir melalui operasi caesar?

Ketika seorang wanita hamil dipastikan positif COVID-19, yang terbaik adalah menunggu infeksi mereda atau sembuh. Tentunya penanganannya perlu sesuai dengan tingkat keparahan penyakitnya.

Mayoritas wanita hamil yang positif Covid-19 (sekitar 90%) tidak menunjukkan gejala (asimtomatik) atau memiliki gejala ringan. Kondisi ini jelas tidak mengharuskan ibu melahirkan bayi. Pada kondisi ibu dengan gejala sedang, berat, dan kritis, ketika usaha pernafasannya dibantu oleh oksigen atau alat bantu nafas tidak dapat memberikan oksigen yang cukup untuk peredaran darah dan peredaran darah bayi, a Operasi caesar dilakukan sebagai upaya menyelamatkan janin dari kekurangan oksigen yang dapat mengakibatkan kematian janin dalam kandungan.

Persalinan dengan operasi caesar juga bisa dilakukan atas dasar indikasi kebidanan lain, sebagai upaya menyelamatkan ibu dan janin. Pasalnya, mungkin karena masalah kebidanan yang mungkin bersamaan dengan infeksi Covid-19 ini akan banyak terjadi perdarahan melalui jalan lahir karena posisi plasenta menutupi jalan lahir (plasenta previa) dan sebagainya.

Apa yang bisa dilakukan agar ibu hamil terhindar dari Covid-19?

Pertama dan terpenting adalah menahan diri dari kemungkinan paparan. Bagaimana caranya? Tentunya dengan lebih banyak berada di dalam rumah. Tinggalkan rumah hanya untuk kebutuhan yang sangat penting. Jika harus keluar rumah, jangan lupa 3M: gunakan masker dengan benar, jaga jarak, dan cuci tangan.

Kedua, tingkatkan daya tahan tubuh dengan makan dan minum yang bergizi, olahraga ringan teratur, dan istirahat yang cukup. Komposisi makanan yang direkomendasikan tinggi protein dan tinggi serat. Daging, ikan dan telur; serta sayur dan buah untuk menambah porsinya, sedangkan porsi karbohidrat dan gula dikurangi.

Latihan ringan dengan alam dampak rendah, aerobik, ritmis, dan berkelanjutan; misalnya jalan pagi, senam hamil, atau yoga hamil. Setidaknya 30 menit dan minimal 3 kali seminggu. Jika memungkinkan, tentu akan lebih baik.

Setiap hari, dibutuhkan waktu tidur malam minimal 6-7 jam dan tidur siang 30 menit-1 jam. Mengambil multivitamin kehamilan atau suplemen penambah kekebalan dapat digunakan sebagai pendamping. Jangan lupa untuk tetap terhidrasi yaitu mengkonsumsi air putih minimal 8 gelas sehari.

Apakah vaksinasi Covid-19 yang akan muncul dalam waktu dekat aman untuk ibu hamil?

Vaksin Covid-19 yang dapat diberikan dengan aman kepada ibu hamil adalah salah satu jenisnya & # 39; dinonaktifkan & # 39;, bukan vaksin dengan virus hidup atau vaksin hidup yang dilemahkan. Jadi, vaksin ini sama amannya dengan vaksin influenza (dinonaktifkan,) yang telah digunakan selama bertahun-tahun oleh jutaan wanita hamil dengan bukti ilmiah yang menunjukkan keamanannya. Vaksin jenis ini juga aman untuk wanita menyusui. (KAMI)

Baca juga: Mempersiapkan 9 hal ini selama trimester pertama kehamilan

Folamil | Saya sehat

Penulis

dr. M. Adrianes Bachnas, SpOG (K) FM

Kepala Divisi Fetomaternal, Divisi Obstetri dan Ginekologi,

Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Dr. Moewardi, Solo.

Wakil Ketua Komisi Riset Pimpinan Pusat Ikatan Dokter Janin Indonesia.

Bibliografi

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07-MENKES-328-2020 tentang Pedoman Pencegahan Penanggulangan Covid-19.

Rekomendasi Penanganan Infeksi Virus Corona Ibu (Covid-19) (Kehamilan, Bersalin dan Nifas), Kelompok Kerja Infeksi Saluran Reproduksi, Ikatan Obstetri dan Ginekologi Indonesia, 2020.

Rekomendasi dari Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Soal Kesehatan Ibu dalam Wabah Covid-19 2020.

Royal College of Obstetricians and Gynecologists, Inggris. Pedoman Infeksi dan Kehamilan Coronavirus (COVID-19). Versi 11, Diperbarui 24 Juli 2020.

American College of Obstetricians and Gynecologists, AS. Pedoman Novel Coronavirus 2019 (COVID-19). Diperbarui 28 Juli 2020.

Panduan Interim ISUOG, Infeksi Novel Coronavirus 2019 Selama Kehamilan dan Nifas: Informasi Untuk Profesional Perawatan Kesehatan, Diperbarui Juli 2020.

WHO. Panduan Kehamilan, Perawatan Intrapartum, dan Menyusui Selama Pandemi COVID-19, diperbarui Juli 2020.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top