sewa ambulance

Latest News

Virus Covid-19 Bisa Hidup di Dinding Hingga 9 Hari

Kami mungkin telah mencoba sebaik mungkin untuk mencegah penularan Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan. Misalnya dengan 3M yaitu menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Namun beberapa hal kecil terkadang luput dari perhatian, dan menjadi celah bagi kita dan keluarga untuk tertular.

Beberapa penelitian membuktikan bahwa virus SARS-Cov-2 penyebab Covid-19, virus dari tetesan yang jatuh ke permukaan, masih bisa bertahan. Salah satunya adalah tembok di dalam rumah. Maka tidak ada salahnya Geng Sehat mengantisipasi hal tersebut dengan cara mencegah virus menempel dan berkembang biak di tembok.

Baca juga: Covid-19 Penyakit Terbukti Udara, Lindungi Mulut dan Rongga Hidung Kita!

Peringatan Kelompok Keluarga

8 Oktober lalu, jumlah kasus positif meningkat tajam dan bahkan mencetak rekor baru. Lebih dari 4.800 kasus baru telah dikonfirmasi. Hal ini menunjukkan bahwa hingga saat ini kasus Covid-19 di Indonesia belum marak, bahkan cenderung meningkat. Data statistik Worldometer menempatkan Indonesia pada urutan ke-22 dari 216 negara dengan kasus infeksi Covid-19 tertinggi.

Baru-baru ini disebutkan bahwa Covid-19 telah menyebar di unit masyarakat terkecil, yaitu cluster keluarga. Tingginya aktivitas di luar rumah anggota keluarga membuat kasus cluster keluarga ini semakin meningkat.

Dokter spesialis paru dari RS Adhyaksa, Jakarta, dr. Ahmad Muslim Nazaruddin, Sp.P. Menurut FERS, gejala flu biasa seperti pilek, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, bersin, batuk, dan demam harus diwaspadai.

“Penularan Covid-19 bisa terjadi ketika tetesan yang mengandung virus dilepaskan melalui batuk atau bersin dari seorang penderita Covid-19 ke jalan napas orang lain. Proses penularan ini semakin cepat dan mungkin terjadi karena Covid-19 dipastikan terjadi. mampu bertahan lama di udara (airborne), ”jelas dr. Ahmad.

Dia menambahkan, selain tetesan dan di udara, sentuhan tangan juga bisa menjadi perantara penularan virus. Jika virus menempel pada gagang pintu, permukaan furnitur, sakelar listrik, remote TV, ponsel, atau dinding rumah lalu disentuh, kemudian tangan memegang mata, hidung atau mulut, virus akan masuk ke saluran udara.

“Khusus untuk tembok atau tembok, virus korona bisa bertahan dalam rentang 2 jam hingga 9 hari. Tergantung suhu, kelembaban, dan paparan sinar matahari terhadap sirkulasi udara di dalam ruangan,” tambah dr. Ahmad.

Baca juga: Berapa lama virus Corona bertahan di permukaan?

Mencegah Virus Menempel ke Dinding

Bicara soal tembok, warga biasanya mengabaikan kebersihannya, padahal tembok merupakan permukaan terluas di dalam bangunan. Bagaimana cara mencegah virus menempel di dinding?

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah virus menempel di permukaan dinding. Pertama, Gang Sehat harus selektif dalam memilih tamu yang berkunjung. Hal ini dikarenakan kita tidak pernah tahu apakah tamu yang datang merupakan pembawa virus walaupun asimtomatik (OTG / orang tanpa gejala).

Kedua, anggota keluarga yang beraktivitas di luar rumah harus segera mandi dan berganti pakaian begitu memasuki rumah, sebelum menyentuh berbagai perabot atau dinding rumah.

Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan melindungi tembok dari virus. Teknologi cat tembok saat ini sudah familiar dengan lapisan khusus untuk mencegah berbagai virus menempel. Salah satunya adalah teknologi yang disebut Silver-ion.

Teknologi pelapis antivirus ini juga telah diuji untuk virus korona. Uji coba dilakukan pada awal tahun 2020 oleh Analytical Lab Group, yang merupakan laboratorium independen dengan standar global terhadap Virus corona manusia, ATCC VR-740, regangan 229E, menunjukkan bahwa 99,9% virus mati setelah kontak dengan lapisan cat yang mengandung teknologi Silver-Ion.

“Cara kerja pelapisan cat Silver-ion diformulasikan khusus sebagai antivirus dan antibakteri dengan melalui berbagai tahapan. Awalnya zat pelapis cat aktif meresap ke dalam virus atau bakteri, kemudian menghentikan reproduksi, mematikan metabolisme, kemudian menghancurkan mikroorganisme, Jelas CEO (Decorative Paints) Nippon Paint Indonesia, Jon Tan yang mengembangkan teknologi ini.

Nah, Gang Sehat, jika semua langkah preventif dilakukan secara konsisten, kemungkinan semua anggota keluarga akan terlindungi. Gugus keluarga yang kini ditakuti bisa diminimalisir.

Baca juga: Catatan, Fakta Penting Jika Positif Covid-19!

Sumber:

WebMD.com. Berapa Lama Coronavirus Hidup di Permukaan?

Siaran Pers "Teknologi Cat Anti Virus Pertama di Indonesia, diterima Kamis, 8 Oktober 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top