sewa ambulance

Latest News

Waspadai Kandungan Lemak dalam Hidangan Lebaran Spesial!

Untuk geng sehat yang merayakan Idul Fitri, tentu saja, mereka sudah menikmati beragam spesialisasi khas Idul Fitri. Beberapa makanan khas Idul Fitri yang harus ada selama Idul Fitri termasuk telur ayam, rendang, ati saus goreng, dan kue nastar.

Yang mana yang menjadi favorit dari Gang Sehat? Meskipun Anda suka semuanya, ada baiknya untuk tidak bingung. Pertahankan asupan kalori, karbohidrat, lemak, dan gula yang terkandung dalam banyak makanan khusus lebaran.

Baca juga Tips untuk Makan Sehat Selama Hari Raya Idul Fitri Menurut Para Ahli

Kadar Lemak dalam Makanan Lebaran Spesial

Ayam opor dibuat dengan kaldu santan kental yang menghadirkan rasa gurih. Kandungan santan kental harus dianggap Geng karena mengandung banyak lemak. Ayam opor biasanya disajikan dengan berlian yang mengandung karbohidrat sederhana.

Rendang sapi juga merupakan hidangan yang terbuat dari campuran santan kental dengan daging sapi. Santan kental yang mengandung lemak kembali menjadi bahan dasar makanan ini. S.

Sambi goreng sambal biasanya memiliki rasa pedas dan manis. Beberapa makanan ini dibuat dengan santan, ada juga yang tidak. Tapi ingat hati sapi juga mengandung lemak tinggi. Jika Anda peka terhadap rasa pedas, Anda harus membatasi memakannya.

Sekarang, ketika datang ke kue nastar dan kastengel, sulit untuk hanya merasakannya. Cookies ini umumnya merupakan hidangan wajib dan toples yang harus tersedia saat lebaran. Terbuat dari tepung dan telur, kue ini mengandung banyak gula dan lemak.

Baca juga: Hindari Makanan Yang Mengandung Lemak Jenuh Di Sini, Ayo!

Tips untuk Makan Hidangan Lebaran Khas agar Tetap Sehat

Di tengah perayaan dengan makanan lezat ini, Gang Sehat harus selalu menjaga kesehatan, karena tubuh juga perlu waktu untuk beradaptasi dengan kebiasaan makan baru.

Selama satu bulan puasa, tubuh sudah terbiasa tidak mendapatkan nutrisi dari pagi hingga sore, dan saat berbuka puasa mendapatkan asupan lagi. Agar tubuh tidak kaget dan menyebabkan gangguan pencernaan seperti sakit perut, kembung dan diare, berikut ini beberapa tips untuk menjaga kesehatan saat lebaran:

  • Konsumsi garam harus dibatasi karena bisa menyebabkan tekanan darah naik.
  • Hindari terlalu banyak mengonsumsi makanan manis seperti kurma dan kue. Karena makanan manis dapat menyebabkan gula darah naik, terutama penderita diabetes.
  • Makan sayur dan buah guna menyediakan vitamin dan mineral yang kurang saat puasa sehingga tubuh tetap mendapat nutrisi yang cukup
  • Hindari makanan berlemak seperti yang disebutkan di atas. Banyak makanan khas Idul Fitri mengandung santan kental dan jeroan yang mengandung kolesterol. Jadi awasi makanan yang Anda konsumsi untuk mencegah naiknya kolesterol darah tinggi.
  • Makan perlahan. Makan dengan tergesa-gesa dapat menyebabkan masalah pencernaan. Pagi-pagi bisa dibuka dengan sarapan ringan dulu, jangan langsung memaksakan diri makan dalam jumlah besar karena menyebabkan begah dan rasa tidak nyaman di perut.
  • Makannya bervariasi. Makanan yang Anda konsumsi harus bervariasi sehingga Anda mendapatkan protein seimbang, karbohidrat, serat, dan lemak. Selain itu Anda juga masih harus berhati-hati makan secukupnya, jangan makan sebanyak-banyaknya.
  • Konsumsi probiotik seperti keju dan yogurt yang dapat meningkatkan bakteri baik di usus Anda sehingga proses pencernaan terus berjalan dengan baik.
  • Cukup minum sehingga tubuh tetap terhidrasi. Hindari minuman yang mengandung gula, asam atau soda karena dapat mengiritasi lambung dan menyebabkan mual dan aroma.

Idul Fitri adalah hari yang membahagiakan bagi semua umat Islam. Merayakannya bersama keluarga dan bersama-sama makan spesialisasi Idul Fitri dapat melengkapi perayaan ini.

Tetapi Healthy Gang harus ingat ya agar makanan yang masuk ke dalam tubuh cukup dan sesuai agar tidak menimbulkan keluhan pada pencernaan. Bagi mereka yang memiliki kolesterol tinggi, hipertensi, dan diabetes, Anda harus menyesuaikan pola makan Anda sehingga Anda tidak menyesalinya nanti.

Baca juga: Kiat Membatasi Gula, Garam, Lemak: Biasakan membaca label makanan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top